Tulisan Sri Akademisi & Praktisi Pendidikan
Pintar Saja Tak Cukup! Mengapa Adab Lebih Tinggi dari Ilmu?
Edukasi

Pintar Saja Tak Cukup! Mengapa Adab Lebih Tinggi dari Ilmu?

16 May 2022
4,782 Dibaca

Di era digital ini, akses terhadap informasi dan ilmu pengetahuan begitu mudah. Siapa saja bisa menjadi pintar hanya dengan bantuan Google atau AI. Namun, mengapa kita semakin sering melihat fenomena murid yang berani melawan guru, anak yang membentak orang tua, atau netizen yang berkomentar kasar tanpa rasa malu? Jawabannya sederhana: kita mengalami krisis Adab. Kita terlalu sibuk mengisi otak anak-anak kita dengan rumus dan data, tapi lupa mengisi hati mereka dengan tata krama dan akhlak.

Imam Malik rahimahullah pernah berkata kepada seorang pemuda Quraisy, "Pelajarilah adab sebelum mempelajari ilmu." Mengapa urutannya demikian? Karena ilmu adalah harta yang berat. Ia hanya bisa dipikul oleh jiwa-jiwa yang kuat dan beradab. Adab adalah wadahnya, sedangkan ilmu adalah isinya. Jika wadahnya bocor atau kotor, maka isi sebaik apapun akan terbuang sia-sia atau terkontaminasi. Orang yang berilmu tanpa adab bisa menjadi sombong, merendahkan orang lain, dan menggunakan kepintarannya untuk menipu.

Pendidikan karakter (adab) harus dimulai dari rumah. Adab kepada Allah (tauhid), adab kepada orang tua (birrul walidain), adab kepada guru, hingga adab kepada sesama makhluk. Contoh sederhananya adalah mengajarkan anak untuk tidak memotong pembicaraan orang tua, mengucapkan tolong dan terima kasih, serta mencium tangan guru dengan penuh takzim. Keberkahan ilmu seringkali datang dari keridhaan seorang guru.

Jangan sampai kita melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual tapi "kerdil" secara moral. Ingatlah kisah Iblis. Iblis itu sangat pintar dan berilmu tinggi, ia mengetahui surga dan neraka, tapi ia terusir dan terlaknat karena satu hal: Kesombongan (kurang adab) di hadapan perintah Allah. Mari kembalikan kurikulum adab sebagai pondasi utama pendidikan kita, sebelum menumpuknya dengan berbagai hafalan dan teori akademik.

Bagikan Kebaikan Ini

Diskusi (0)

Tulis Tanggapan