Tahfidz
Hafal 30 Juz Mutqin? Bongkar Rahasia Metode Tikrar yang Bikin Susah Lupa!
15 June 2022
1,567 Dibaca
Menjadi seorang Hafidz Quran adalah impian tertinggi setiap Muslim. Namun, keluhan yang paling sering terdengar dari para penghafal bukanlah "sulit menghafal", melainkan "sulit menjaga hafalan". Banyak yang bisa menyetor hafalan baru (ziyadah) dengan lancar, tapi gagap saat diminta mengulang hafalan lama (murajaah). Jika Anda mengalami ini, mungkin ada yang salah dengan metode pengulangan Anda. Salah satu metode klasik yang terbukti ampuh mencetak para hafidz mutqin (kuat) adalah metode Tikrar.
Secara bahasa, Tikrar berarti mengulang-ulang. Filosofinya sederhana: semakin sering jalan dilewati, semakin jelas jejaknya. Begitu juga dengan otak manusia. Hafalan yang hanya dibaca 5-10 kali hanya akan menempel di "Short Term Memory". Untuk memindahkannya ke "Long Term Memory", diperlukan repetisi masif. Para ulama terdahulu bahkan ada yang mengulang satu ayat hingga 40, 60, bahkan 100 kali sebelum berpindah ke ayat selanjutnya.
Kunci metode Tikrar ada pada konsistensi sebelum menambah hafalan baru. Sebelum Anda menambah ayat baru hari ini, pastikan ayat yang dihafal kemarin sudah diulang minimal 20 kali, dan ayat yang dihafal lusa sudah diulang 5 kali gabungan. Jangan terburu-buru mengejar target khatam jika kualitas hafalan masih "berlubang". Ingat, Al-Quran itu mudah dihafal, tapi juga mudah lepas jika tidak diikat dengan murajaah yang kuat.
Selain teknis, faktor ruhiyah tak boleh diabaikan. Al-Quran adalah kalam suci yang tidak akan menetap di hati yang kotor. Imam Syafi'i pernah mengadu tentang buruknya hafalannya kepada gurunya, Waki', yang kemudian menyarankan untuk meninggalkan maksiat. Dosa adalah penghalang utama masuknya ilmu. Maka, perbanyaklah istighfar sebelum memulai sesi menghafal, dan luruskan niat hanya untuk mencari ridha Allah, bukan untuk gelar atau pujian manusia.